Minggu, 17 Juli 2011

Obama Cuek Temui Dalai Lama, China Protes

China melontarkan protes kepada AS setelah mengetahui Presiden Barack Obama bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, di Gedung Putih akhir pekan lalu. Pemerintah negara komunis itu menganggap pertemuan tersebut merupakan bentuk dukungan AS kepada kaum pemberontak.

Menurut stasiun berita Voice of America (VoA), protes itu disampaikan China kepada Kedutaan Besar AS di Beijing pada Minggu waktu setempat. Sehari sebelumnya, 16 Juli 2011, Obama menggelar pertemuan "tidak resmi" dengan Dalai Lama.

Bagi Beijing, pertemuan itu jelas-jelas merupakan upaya campur tangan AS atas urusan dalam negeri China. "Pertemuan itu melukai perasaan rakyat China," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China. Mereka juga menuntut AS tidak mendukung "kekuatan-kekuatan separatis anti China" yang mengupayakan kemerdekaan Tibet.

Sebelum bertemu Obama, Dalai Lama menyatakan kepada VoA bahwa keberadaan dia di AS semata-mata untuk membicarakan ajaran-ajaran Budha.

Menurut stasiun berita BBC, popularitas Dalai Lama jadi men-dunia lantaran dia menolak pendudukan komunis China di Tibet. Pada 31 Maret 1959, Dalai Lama terpaksa mengungsi ke India untuk menghindari penangkapan tentara China. Selama 15 hari, Dalai Lama dan rombongan berjalan dari Kota Lhasa menyusuri kaki pegunungan Himalaya.

China menyebut konflik di Tibet adalah pemberontakan yang berhasil ditumpas. Pemerintahan Dalai Lama pun dinyatakan terlarang dan China menunjuk pemimpin spiritual baru Tibet, Panchen Lama. Menurut China, Tibet merupakan bagian dari wilayahnya dan berstatus otonomi khusus.

Namun, hingga kini, Peraih Nobel Perdamaian 1989 itu bersama para pengikutnya membentuk pemerintahan Tibet di pengasingan dan terus memperjuangkan kemerdekaan Tibet.